Selasa, 29 Mei 2012

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN KANKER PAYUDARA

DEFINISI Kanker Payudara adalah pertumbuhan jaringan abnormal yang bersifat infiltrat dan non infiltrat yang terjadi pada wanita. ETIOLOGI Penyebab kanker payudara belum jelas diketahui namun pengaruh hormonal merupakan faktor utama. Apabila pada wanita berusia kurang dari 35 tahun dilakukan kastrasi ovarium atau adrenal, maka resiko kanker payudara lebih kecil disbanding wanita biasa, wanita yang menarche pada usia < 11 tahun dan wanita yang sulit punya anak. Factor luar antara lain makanan diduga ada kaitan dengan insiden kanker payudara serta golongan resiko yaitu : 1. Wanita berusia diatas 40 tahun 2. Orang tua yang menderita kanker payudara 3. Pernah menderita kanker payudara pada salah satu payudara 4. Penderita tumor jinak payudara 5. Kehamilan pertama terjadi sesudah usia 35 tahun 6. Terapi hormonal lama 7. Pernah mengalami radiasi didaerah dada. Etiologi kanker payudara Etiologi pasti sampai saat ini belum diketahui secara pasti, tapi diperkirakan bahwa penyebab sangat mungkin multifaktorial. Antara lain: 1. Genetika • adanya kecendrungan pada keluarga tertentu lebih banyak kanker payudara daripada keluarga yang lain. • Pada kembar monozygote, terdapat kanker yang sama • Terdapat kesamaan lateralisasi kanker buah dada pada keluarga dekat dari penderita kanker payudara • Seorang dengan klinifelter akan mendapat kemungkinan 66 kali dari pria normal atau angka kejadiannya 2%. 2. Hormon • kanker payudara umumnya pada wanita, dan pada laki-laki kemungkinannya sangat kecil • insiden akan lebih tinggi pada wanita diatas 35 tahun • saat ini pengobatan dangan menggunakan hormon hasilnya sangat memuaskan 3. Virogen • baru dilakukan percobaan pada manusia dan belum terbukti pada manusia 4. Makanan • terutama makanan yang banyak mengandung lemak 5. Radiasi daerah dada • sudah lama diketahui, radiasi dapat menyebabkan mutagen. PATOFISIOLOGI Kanker payudara bukan satu-satunya penyakit , tapi banyak tergantung pada jaringan payudara yang terkena. Ketergantungan estrogen pada usia permulaanya. Penyakit payudara ganas sebelum menapouse berbeda dengan penyakit payudara ganas sesudah menpaouse. Ada beberapa tumor yang dikenal sebagai estrogen dependent. Mengandung reseptor yang mengikat estradiol dan pertumbuhannya dirangsang oleh estrogen. Reseptor ini tidak muncul pada jaringan payudara normal atrau dalam jaringan dysplasia. Perbedaan benjolan payudara tidak berbahaya dan berbahaya TIDAK BERBAHAYA BERBAHAYA / GANAS  Biasanya bilateral dapat juga unilateral  Sering terdapat pada kuadran bagian luar, tapi banyak dimana saja pada payudara  Tunggal/banyak  Lembut /keras  Berpindah-pindah, biasanya memiliki siklus kekenyalan dapat juga tidak lembut  Tidak ada perubahan pada kulit  Tidak ada pembesaran kelenjar limpa  Tidak ada retraksi putting, discharge biasanya bilateral serosa atau kehijau-hijauan  Unilateral  Paling sering terdapat kuadran luar bagian atras dan mengakar atau pada pusat bagian putting payudara  Biasanya tunggal  Tidak teratur, keras  Tidak berpindah-pindah, tidak lembut  Kulit menebal, kemerahan, peau dorange, dimpling (membentuk semacam lesung pipi)  Pembesaran kelenjar getah bening, ulserasi/borok  Terjadi retraksi pada putting  Discharge biasanya unilateral dan dapat berdarah A. TANDA DAN GEJALA Keluhan utama penderita adalah pembengkakan payudara. Perasaan sakit jaranga terjadi, kalaupun ada pada tingkat yang lembut. Oleh karena keluhan sakit tidak ada pasien merasa tidak perlu berobat sehingga tumor dibiarkan tumbuh tanpa menyadari akibat yang terjadi. Itulah sebabnya penderita tumor payudara ditemukan pada tingkat pertumbuhan lanjut. Pada situasi demikian sering ditemukan tumor melengkket dengan kulit atau kelihatan seperti bisul disertai pembengkakan kelenjar getah bening diaksila maupun dileher. Pada keadaan demikian pengobatan biasanya hanya bersifat …… pengobatan kuratif dapat dilakukan apabila tumor ditemukan pada stadium dini. Karsinoma timbul dari sel-sel duktus laktoferus biasanya pada wanita berusia lebih dari 40 tahun. B. KLASIFIKASI KANKER PAYUDARA I. Kurang dari 2 cm (T1) tidak ada (NO), tidak ada (MO) II. Kurang dari 5 cm (T1 atau T2) menyebar ke kelenjar getah bening diaxila, tidak ada (MO) III. Lebih dari 5 cm dengan invasi kulit melebar pada dinding dada IV. Setiap ukuran (setiap T) C. PEMERIKSAAN PENUNJANG/PENATALAKSANAAN Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan dengan : 1. Pemeriksaan payudara sendiri 2. Pemeriksaan payudara secara klinis 3. Pemeriksaan manografi Mamografi adalah foto payudara dengan menggunakan alat khusus, tehnik sederhana tidak sakit dan tidak ada suntikan kontras. Dengan cara ini tumor payudara ukuran 0,5 cm dapat dideteksi. Apabila pemeriksaan sendiri ditemukan ada benjolan pada payudara, pemeriksaan dilanjutkan dengan mamografi, pemeriksaan dilanjutkabn dengan patologis, sistologis, biopsy, aspirasi, atau biopsy bedah. 4. Biopsi aspirasi Indikasinya adalah : a. Diagnosa preoperasi tumor yang klinis diduga maligna b. Diagnosis konfirmatif klinis tumor meligna / rekurent c. Diagnosis tumor non neoplastik atau neoplastik d. Mengambil bahan untuk kultur/ bahan penelitian. 5. True cut Jaringan diperoleh dengan menggunakan jarum cauter besar yang dilengkapi alat pemotong jaringan. Pengambilan jaringan dilakukan dibawah anestesi local /umum. 6. Biopsi terbuka Prosedur pengambilan dengan jalan operasi kecil exsisi atau insisi yang dilakukan sebagai diagnosis pre operasi atau durante operationam. Biopsy insisi durante operionam dan pemeriksaan histapatologi jaringan dilakukan untuk mengetahui sifat tumor (jinak/ganas) 7. USG Payudara, pemeriksaan darah lengkap, X-ray dada, therapy medis, pembedahan, terapi radiasi dan kemoterapi. D. ASUHAN KEPERAWATAN 1. PENGKAJIAN a. Riwayat Keperawatan  Pernah mengalami Ca  Mendapatkan terpi radiasi untuk Ca  Riwayat kelurga yang pernah menderita Ca b. Pengkajian Fisik Manifestasi:  Kelenjar non spesifik  Nyeri bengkak, tendernes  Teraba massa  Pergerakan terbatas  Pucat, kelemahan c. Pengkajian psikosis  Loss of control  Cemas  Takut akan kematian  Proses berduga  Perubahan koping  Prilaku mal adaptif d. Test Laboratorium  Serum alkalin phospatase meningkat  Leukositosis  Serum kalium e. Test Radiologi  Rutin X –ray  CT Scan  Biopsi NO DIAGNOSA KEPERAWATAN KRITERIA HASIL INTERVENSI 1 2 3 4 Ansietas b. d krisis situasi (kanker), perubahan status kesehatan. Kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan trauma mekanik : pembedahan Perubahan Kenyamanan berhubungan dengan trauma jaringan sekunder terhadap kanker Risiko terhadap infeksi berhubungan dengan melemahnya daya tahan tubuh penjamu Individu akan : 1. Menggambarkan ansietas dan pola kopingnya 2. Menghubungkan peningkatan psikologi dan kenyamanan fisiologis 3. Menggunakan mekanisme koping yang efektif dalam menangani ansietas Kriteria hasil Individu akan : 1. Mengidentifikasi penyebab kerusakan jaringan mekanik. 2. Berpartisipasi dalam perencanaan untuk meningkatkan penyembuhan luka. 3. Memperlihatkan kemajuan penyembuhan luka jaringan. Individu akan 1. Memperlihatkan bahwa orang lain membenarkan nyeri itu ada. 2. Memperlihatkan pengurangan nyeri setelah melakukan tindakan penurunan rasa nyeri yang memuaskan. Kriteria hasil Individu akan : 1. Memperlihat teknik cuci tangan yang sangat cermat. 2. Bebas dari proses infeksi nosokomial selama perawatan di rumah sakit 3. Memperlihatkan kemampuan tentang faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan infeksi dan melakukan tindakan pencegahan yang tepat untuk mencegah infeksi 1. Fasilitasi pasien untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan 2. berikan lingkungan nyaman dan terbuka untuk mendiskusikan perasaan/menolak untuk bicara 3. lakukan kontak sering dengan pasien 4. Bantu pasien /orang terdekat dalam mengenal dan mengklarifikasi rasa cemas untuk memulai / mengembangkan strategi koping untuk menghadapi kecemasan 5. berikan informasi akurat , konsisten mengenai prognosis, pengobatan yang dianjurkan dan potensial efek samping dan beri kesempatan untuk bertanya 6. observasi perubahan koping tidak efektif 7. libatkan keluarga sesuai indikasi jika keputusan mayor akan dibuat. 1. Kaji balutan luka; karakteristik drainase (jumlah) adanya kemerahan dan nyeri pada insisi 2. Anjurkan pada pasien untuk tidak menggaruk pada kulit yang kering 3. Ubah posisi dengan sering 4. Anjurkan pasien untuk melakukan perawatan kulit dengan krim yang di izinkan dokter 5. Lakukan perawatan luka operasi secara steril 6. Anjurkan pasien untuk tidak menggunakan pakaian yang sempit/ketat 7. kolaborasi untuk pemberian terapi antibiotik 1. Kaji keluhan nyeri, lokasi, lamanya dan skala nyeri 2. Observasi respon verbal dan non verbal yang ditunjukan pasien 3. berikan posisi nyaman 4. ajarkan dan anjurkan untuk lakukan tehnik relaksasi 5. berikan tindakan kenyamanan dasar seperti perubahan posisi pada punggung/sisi yang tidak sakit atau pijatan punggung 6. berikan ungkapan nyaman 7. kolaborasi untuk pemberian analgetik 1. Lakukan prosedur cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan/kontak dengan pasien 2. Kaji tanda-tanda infeksi pada luka 3. Ukur tanda-tanda vital(suhu, nadi, tensi) 4. Lakukan perawatan luka secara tehnik aseptic dan antiseptik 5. Anjurkan pasien untuk melakuakn personal hygiene sedara adekuat 6. Anjurkan pasien untuk istirahat secara adekuat 7. Kolaborasi untuk pemberian terapi antibiotik dan lakukan pemeriksaan kultur sesuai indikasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar