Sabtu, 26 Maret 2011

Penyebab sariawan

Penyebab seriawan bisa bermacam-macam dan tidak bisa digeneralisasikan. Ada yang disebabkan kekurangan vitamin C, B12, dan zat besi, makan-makanan yang terlampau pedas, panas, atau dingin, alergi lokal, luka tergigit akibat susunan gigi yang tidak rata dan terlalu tajam, ataupun pengaruh gigi palsu, dan kawat gigi.

"Penyebab pastinya sering kali tidak jelas, tapi pemicu terbesar adalah kebersihan mulut yang tidak terjaga," ujarTri Erri Astoeti.

Mulut adalah pintu masuk berbagai jenis makanan. Ketika menelan sesuatu, kemungkinan adanya bakteri patogen yang ikut tertelan juga besar. Sehingga jika kita tidak rajin menjaga kebersihan mulut, risiko infeksi bakteri juga tinggi. Di samping kebersihan area mulut, seriawan juga berkaitan dengan reaksi imun.

"Tubuh yang tidak fit atau rendahnya imunitas seseorang membuat dia mudah terserang seriawan. Infeksi dan kelainan dalam pencernaan manifestasinya juga bisa ke rongga mulut. Misalkan jika usus atau lambungnya bermasalah, bisa saja timbul seriawan," ujar Armasastra Bahar.

Selain faktor-faktor penyebab di atas, seriawan bisa menyerang saat kondisi psikologis seseorang sedang tidak baik seperti stres atau trauma. Faktor keturunan dan kelainan hormonal juga diduga ada hubungannya. Misalkan ada wanita yang kerap mengalami seriawan pada masa-masa PMS (pre menstruation syndrom).

Sementara itu, dokter gigi dari RSU Bekasi, Darnus Djaya, mengatakan iritasi benda-benda keras seperti kawat gigi, bulu sikat gigi yang kasar, cara menyikat gigi yang salah, atau alat-alat keras lainnya juga bisa menjadi pemicu seriawan. Sedangkan untuk kanker mulut itu sendiri memang bisa berawal dari seriawan, tetapi hal tersebut bukanlah faktor mutlak penyebab kanker mulut.

"Tidak selalu kanker mulut disebabkan seriawan," ujar dokter yang juga berpraktik di kawasan Ciledug, Tangerang. Mengingat penyebabnya yang sangat multifaktorial, untuk mengatasinya perlu dicari dulu sumber penyebabnya. Misalkan kalau sering seriawan akibat iritasi atau luka tergigit, hendaknya lain kali berhati-hati saat mengunyah makanan.

"Ada beberapa kasus yang harus ditangani oleh dokter, tetapi ada juga yang cukup ditangani oleh si penderita sendiri. Misalnya saja karena kekurangan vitamin C, biasanya mereka menggunakan pengobatan sendiri dengan cara menambah asupan vitamin C," ujarnya.

Selama ini dalam masyarakat juga berkembang "mitos" yang mengatakan bahwa jika terkena seriawan dianjurkan makan sambal yang pedas atau menempelkan tablet hisap vitamin C di area bintik seriawan.

Padahal sebenarnya untuk orang-orang tertentu, makanan pedas dan asam malah bisa merangsang lambung. Sehingga kalau seriawannya disebabkan kelainan pencernaan, efeknya justru memperparah seriawan.

"Jadi selama seriawan sebaiknya makan yang adem-adem sajalah. Kalau memang butuh vitamin C tidak perlu sampai ditempelkan di seriawannya, cukup diminum saja," saran Armasastra Bahar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar